GAGASAN Full Day School Muhajir Effendy sejak
baru dilantik menjadi Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada 2016
lalu menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat. Sebagian pihak mendukung
dan sebagian lainnya menolak gebrakan bapak mentri yang rencananya akan mulai
berlaku tahun ajaran 2017/2018 mendatang ini. Konsep Full Day Scholl tiba-tiba
seperti magnet yang menarik perhatian. Baik pegiat lembaga pendidikan maupun
yang hanya pura-pura giat dan penduli pada nasib pendidikan di tanah air.
Rabu, 14 Juni 2017
Selasa, 13 Juni 2017
Saya Pernah Jadi Copet, Tapi Saya Tidak Terdidik Untuk Mencopet
JAMAN kanak-kanak, saya masih ikut
terlibat dalam sebuah permain yang mungkin langka karena barangkali hanya
ada di kampung saya. Karena permainan itu saya pun pernah harus rela menelan
ludah ketika makanan ringan yang baru saya beli dari toko tiba-tiba raib dirampas
teman. Begitu pula nasib teman yang kadang sama nasibnya dengan saya. Kami
menyebut permaian itu COPETAN.
Jumat, 09 Juni 2017
Uang Haram Setelah Fatwa Medsos MUI
MAJLIS Ulama Indonesia (MUI) kita memang boleh dibilang produktif dalam urusan fatwa. Tentu masih lekat dalam ingatan masyarakat, MUI baru saja menfatwakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai penista agama. Kini lahir lagi fatwa tentang halal-haram di Media Sosial (Medsos).
Rabu, 04 Januari 2017
lelaki perawan
aku
suka puisimu
yang
kau tulis dengan tangis
mengundang
hujan membasuh amis
di
gigil ringkih tubuhmu tanpa busana
kau
dekap erat hasrat mengurat
lelap
bersama preman pasar
dan pemuja alat vital
di
tengah hutan, di tepi jalan,
di
gedung sekolah dan perkantoran,
di
mana mana
sejauh jarak dan
sepanjang lama
kau
tulis puisimu
:lelaki
perawan
aku
suka puisimu
yang
kau tulis dengan darah
mengundang tangis membilas bengis
puisimu
kau tulis tulus
setulus
padi merunduk abdi.
Jepara, 4 Januari 2017
mata pisau
sebilah
mata pisau kau lempar
mengena
jantung debu jalan
kau
bikin anyir tubuh di angin
menghempas
rongga nafas
melupa
segala ingat. kecuali mata pisau-mu
di
mata risauku.
jangan
paksa aku merajam diri
karena
mata pisau-mu
kau mandikan rintik hujan
sampai
aku hanyut ke selokan,
ke
kolong jembatan, mengalir ke sungai,
bersama
sampah-sampah
di
tepi jalan.
sebab
mata pisau-mu
mata
risau-ku
mendustai
kenang yang mengarang.
Jepara,
4 Januari 2017
Selasa, 03 Januari 2017
sajak denyut nadi
aku ingin
meminangmu
dengan sebuah
puisi
yang kutulis
pada selembar kertas lusuh
menggunakan
darah dan nanah.
akan kutulis
tanpa nama
atau isial
atau tanda
tangan
agar kau tak
bertanya
:siapa?
cukuplah kau
tahu
aku sajak di denyut
nadi-mu.
Jepara,
03 Januari 2017
Langganan:
Postingan (Atom)