Negeri kita seperti panggung pertunjukan. Adegan demi adegan berganti setiap saat. Media berperan sangat signifikan, menyajikan pergantian sandiriwara, satu demi satu, dari satu genre ke genre yang lain. Beragam tema, tajuk, diangkat: politik, sosial, ekonomi, budaya, agama, hukum, kekerasan, kriminal, seksualitas dan macam-macam.
Selasa, 29 September 2015
Senin, 28 September 2015
Mari Ngopi, Sambil Ngobrol Polemik Haji
Haji
adalah rukun islam yang ke-5. Sebagai rukun maka hukum berhaji wajib bagi orang
islam. Rukun, jika mengacu pada pengetian kamus, menjadi syarat sahnya suatu pekerjaan.
Jika ada salh satu rukun yang tidak dipenuhi, maka sesuatu itu dianggap cacat,
rusak, atau tidak sah. Orang yang tidak melaksanakan ibadah Haji, sebagai rukun
islam, maka dapat dikatakan tidak sah, rusak atau cacat ia sebagai orang islam jika mengacu pada
pengertian ini.
Jumat, 21 Agustus 2015
Merbabu dan Rindu Yang Tidak Akan Pernah Terbakar
Gunung
Merbabu terbakar. Kejadiannya kemarin malam, Rabu 19 Agustus 2015, dua hari
setelah aku di sana. Setelah kutulis namamu di sana. Setelah aku ceritakan
tentangmu di sana. Dan setelah aku tak mampu berbicara, sampai akhirnya Merbabu
yang bercerita. Tentang cinta yang akan dikata lewat aksara.
Minggu, 28 Juni 2015
Kini Masih Belum Waktu, Maafkan Aku
*Untuk Ny. Qurrotu Aini
Pengasuh Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah
"Bagaimana menolak permintaan guru,
akupun tak tahu.
Kukatakan bahwa kini masih belum waktu"
Kukatakan bahwa kini masih belum waktu"
Catatan Kata-Peristiwa Miftahul Arifin
1/
Adalah aku bukan orang yang
suka memaksa.
Adalah aku bukan orang yang
suka berkehendak dan atas
kehendakku orang lain harus
melakukannya.
Adalah aku yang tak ingin
mengusik, apa lagi membuat
orang menderita.
Inginku hanya berbagi. Satu
sejarah penting. Tentang aku
yang mengalami. Atau tentang
aku yang tahu dan kubaca.
Semoga saja menjadi pelajaran
dari hidup yang aku, engkau, kita
dan semua orang yang suka
mengaji makna.
Catatan Peristiwa 05 sept 2014
Kumpulan 'Kata' Miftahul Arifin
1/
Bahagiamu sewaktu-waktu mungkin akan membosankan.
Sesekali aku juga ingin melihat kau menangis lalu kau sandarkan kepalamu dan
menjadikannya bahu dan bajuku sebagai tisu. Ada sedih yang membahagikan, yaitu
ketika kita tak mampu berjalan ada tenang karena "timang"
[25/06/2015]
Langganan:
Postingan (Atom)